Ini catatan kami tentang ibu kota kita tercinta "JAKARTA" kota megapolitan yang penuh dengan warna kehidupan, yang ga pernah tidur, ga pernah terhenti dan ga akan pernah mati.. !! Banyak yang bilang kota Jakarta adalah Gerbang menuju Kesuksesan atau bahkan Kemaksiatan memang ada benernya sih kalau dipandang dari segi negatif kota Jakarta akan menjadi gerbang kemaksiatan dimana pagi berganti siang dan siang berganti malam maka geliat kehidupan kota Jakarta pun ikut terganti.
Saat siang hari semua orang sibuk dengan aktifitas dan rutinitas nya dan ketika malam semua itu berubah menjadi keasyikan tersendiri, banyak yang menghabiskan waktunya dimalam hari dengan mengunjungi tempat-tempat dunia malam untuk menghilangkan kepenatan setelah menjalani rutinitasnya setiap hari. Dimana ga akan ada lagi kata bete, kesepian, lelah semuanya itu akan hilang diterpa dahsyatnya music house yang musicnya luar biasa kerass...
Dimana dunia malam banyak dikunjungi oleh para pencari kepuasan baik dengan mendatangi tempat-tempat yang memang dianggap sebagai tempatnya anak muda, eksekutiv atau bahkan bos-bos besar seperti tempat korauke, bar, diskotik atau bahkan hotel berkelas atas, dimana semuanya itu sebagai tempat berkumpul untuk meminum alkhol atau bahkan sebagai tempat untuk memakai barang terlarang seperti halnya narkoba hal itu menjadi lumrah mengingat yahh itulah dunia malam.
Berikut pembahasan tentang Dunia malam...
Dunia Malam
sebagai Gaya Hidup
Dunia malam
adalah aktifitas yang ada saat malam tiba. Hiburan malam, tempat hiburan, dan
para penikmatnya adalah satu paket pengisi dunia malam. Malam hari adalah milik
mereka yang mencari kesenangan duniawi. Waktunya untuk bersantai dan menikmati
hidup. Misalnya saja bersuka ria di berbagai klab malam, kafe, diskotik,
karaoke atau pusat. hiburan lainnya.

Globalisasi
dan perkembangan teknologi menyebabkan industry wisata dan hiburan malam
berkembang pesat di Jakarta. Hal ini terbukti dengan banyaknya tempat-tempat
hiburan yang ada di kota ini, Mulai dari cafe, club, diskotik dan tempat
karouke. Tak dapat dipungkiri Jakarta tak pernah sepi dari kunjungan turis domestic
dan mancanegara. Inilah yang membawa arus pembauran budaya Asing di kota ini, selain
budaya orang-orang metropolitan yang telah terkontaminasi.
Bagi
orang-orang yang telah terbawa arus budaya barat ini, dunia malam bukanlah
suatu aktifitas yang tabu bagi mereka. Bahkan hal ini telah menjadi suatu
konsumsi diri. Orang-orang ini disebut sebagai penikmat dunia malam. Dari dunia
malam inilah muncul sebuah trend yang disebut dugem (dunia gemerlap).
Dugem adalah
istilah gaul yang berasal dari singkatan Dunia Gemerlap. Istilah ini
menjadi sangat terkenal di Indonesia seiring dengan kebutuhan para eksmud
(eksekutif muda) untuk menyeimbangkan diri dari tumpukan emosi dan rutinitas
pekerjaan seminggu di kantor.
Berdugem-ria
dengan menikmati suasana diskotik, cafe, bar atau lounge yang menghadirkan
musik dengan bit yang kuat, cepat dengan volume yang keras yang merangsang
badan ikut ‘shake n movin’ (berdisko) dan bergoyang semalaman bisa membuat
orang merasa rileks dan bisa menghilangkan kepenatan di otak.
Hal inilah
yang membuat para penikmatnya tak dapat terlepas dari dugem dan
menjadikannya sebagai gaya hidup mereka.
Gaya hidup
memiliki bermacam-macam arti. Ada yang mengatakan gaya hidup seseorang adalah pola
hidup seseorang dalam kehidupan sehari-hari yang dikatakan dalam kegiatan,
minat, dan pendapat (Opini) yang bersangkutan, sedangkan yang lain mengatakn gaya hidup seseorang adalah pola hidup seseorang yang
diidentifikasikan dari bagaimana penggunaaan waktu (aktivitas), minat tentang
pentingnya lingkungannya dan pendapat tentang dirinya sendiri dan dunia
sekelilingnya.
Dari dua
pendapat di atas dapat di ambil pokok dari gaya hidup, yaitu (1) pola kehidupan
(2) aktivitas, minat dan pendapat. Jadi dapat di simpulkan bahwa gaya hidup
merupakan pola hidup seseorang bagaimana orang menggunakan uang, waktu dan
minat serta pendapatnya terhadap hal-hal yang ada di lingkungannya.
Tidak lah
mengherankan jika Dugem telah menjadi program rutin bagi penikmat dunia malam,
maka mereka rela mengalokasikan dana khusus untuk hal yang mereka sebut
‘Memanjakan Diri Menghilangkan Penat’ itu. Hanya dengan modal Rp.100.000 –
Rp.250.000 sudah dapat menikmati kehidupan layaknya orang barat. Clubber adalah
sebutan bagi para penikmat hiburan malam ini.
Pengaruh
Dunia Malam terhadap Anak Muda
Dugem
merupakan salah satu hiburan favorit yang cukup banyak peminatnya. Biasanya
hiburan jenis ini diadakan di berbagai tempat hiburan malam sejenis bar atau
diskotik yang terdapat di kota-kota besar seperti Jakarta pada waktu malam
hari hingga menjelang pagi. Para clubbers menggemari hiburan tersebut
dikarenakan banyak hal yang bisa mereka nikmati seperti sajian musik oleh DJ,
penampilan dancer atau para musisi, hingga kenikmatan mengkonsumsi minuman
beralkohol yang biasanya tersaji di tempat-tempat hiburan malam. Mereka yang
berdatangan ke tempat tersebut berasal dari berbagai kalangan. Walaupun hiburan
ini identik dengan biaya yang relatif mahal, namun para peminatnya bukan hanya
berasal dari kalangan high class saja. Bahkan banyak juga para mahasiswa yang
meminati hiburan ini sebagai pelepas rasa jenuh mereka walaupun mereka tahu
bahwa kondisi keuangan mereka seringkali pas-pasan. Namun, karena mereka sudah
merasa ketagihan dan sangat menikmati hiburan ini sebagai gaya hidup, maka cara
apapun akan mereka lakukan.
Jakarta merupakan kota besar yang potensial di bidang pendidikan juga merupakan kota
yang cukup menjanjikan bagi para clubbers. Karena di kota ini bukan hanya
terdapat berbagai perguruan tinggi ternama saja melainkan juga terdapat
berbagai tempat hiburan malam ternama yang cukup banyak peminatnya seperti Millenium, 1001, Caesar, Liquid, Terrace, dan lain – lain. Tak bisa dipungkiri bahwa
tempat-tempat tersebut seringkali menjadi tujuan para mahasiswa untuk menghibur
diri mereka di akhir pekan. Bahkan di hari-hari biasa banyak juga dari mereka
yang mengunjungi tempat-tempat tersebut walaupun pada esok harinya mereka harus
mengikuti kegiatan perkuliahan di kampus.
Banyaknya
mahasiswa di Jakarta yang menggemari gaya hidup dugem bukanlah suatu
fenomena langka. Mengingat banyaknya juga tempat – tempat hiburan malam di Jakarta yang berusaha menarik pengunjung dengan sajian hiburan menarik dan
juga seringkali diiklankan (dipromosikan) melalui billboard atau spanduk yang
ada di sekitar jalan raya. Sedangkan dari kalangan mahasiswa sendiri, ada yang
memilih hiburan tersebut hanya sebagai pelepas penat sejenak dan ada pula yang
menjadikannya sebagai kebiasaan atau gaya hidup sehingga seringkali mengabaikan
kegiatan akademik kampus sebagai prioritas utama.

Perkenalan
mahasiswa dengan gaya hidup dunia gemerlap dikarenakan oleh beberapa penyebab.
Ada yang awalnya hanya penasaran ingin mencoba dan ada pula yang disebabkan
oleh ajakan teman. Namun, ada juga dari mereka yang mengatakan bahwa mereka
mengikuti gaya hidup dugem dikarenakan adanya gengsi dan ingin disebut “Gaul”.
Sehingga gaya hidup seperti ini sudah bisa menjadi trend berharga di kalangan
mereka. Bahkan menjadi semacam kebutuhan yang harus terlaksana sebagai media
penghiburan diri.
Dunia
Malam di Mata Anak Muda
Masa remaja
yang berlangsung antara 12-22 tahun merupakan suatu periode dalam rentang
kehidupan manusia. Dalam proses ini berlangsung perubahan biologis dan
psikoogis yang dialami remaja itu sendiri. Pada masa remaja, seseorang akan
beralih dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Maka dari itu, masa ini juga
disebut sebagai masa pencarian jati diri. Dalam masa pencarian jati diri,
remaja banyak sekali mengalami masalah-masalah. Tiap aspek dalam diri remaja
menimbulkan suatu permasalahan baru bagi remaja.

Dalam perkembangan
jaman yang sangat pesat, kecanggihan teknologi berperan besar dalam pegetahuan
remaja saat ini. Trend yang berkembang saat ini adalah remaja
berbondong-bondong mengikuti gaya hidup kebarat-baratan, seperti banyak yang
tergiyur iklan televisi, meniru gaya hidup selebriti yang glamour, dan
lain-lain. Apa saja akan mereka lakukan agar disebut anak gaul (tidak dibilang
ketinggalan jaman).

Banyak
remaja yang menilai bahwa untuk menjadi gaul harus kenal dengan dugem, minimal
pernah mencoba. Kalau belum kenal dengan dugem maka dianggap gak gaul, cupu,
dan jadul. Dengan kata lain, remaja mendapat kebanggaan jika mereka sudah
merasa gaul.
Dugem atau
dunia gemerlap merupakan istilah popular untuk menunjukkan gaya hidup orang di
kota besar pada akhir pekan. Kegiatan dugem yang dikemas dengan suasana meriah
dengan sorot lampu dan suara music yang keras menjadi daya tarik tersendiri
bagi remaja yang menyebut dirinya sebagai remaja gaul. Dugem sering dilakukan
di klab malam, kafe, atau diskotik. Rokok, narkoba dan minuman beralkohol sudah
menjadi bagian dari dugem itu sendiri, bahkan dugem juga sudah bertalian erat
dengan dengan seks bebas. Remaja sudah tentu akan mengeluarkan banyak uang
ketika mereka pergi dugem , karena dugem membuat para pengikutnya hidup berfoya-foya,
menyia-nyiakan waktu, dan membuat waktu tidur berkurang yang akan berakibat
buruk pada kondisi psikis dan biologis remaja itu sendiri.
Hal-hal yang mendorong anak muda melakukan dugem
Untuk
mengetahui apa sebenarnya yang membuat anak muda melakukan dugem. Dari segi alasan,
mereka melakukan dugem untuk sekedar refreshing, cuci mata, dan menghilangkan
stress. Hal-hal yang mereka lakukan bervariasi, mulai dari Cuma melihat orang
ajeb-ajeb, menonton penari striptease, hingga mabuk-mabukan. Sedangkan mereka
biasanya pergi dugem karena ajakan temannya.

Secara umum
ada beberapa alasan yang membuat anak muda pergi dugem :
1. Alasan Gengsi
2. Ajakan Teman
3. Kejenuhan dan Hiburan
4. Stress karna banyak tugas
5. Kurang mendapatkan perhatian khusus baik dari orang tua ataupun orang sekitar
6. Iman yang lemah
7. Eksploitasi seksual yang didapat dari internet ataupun yang lainnya
8. Pemahaman agama yang kurang
8. Pemahaman agama yang kurang
Dampak
Negatif dan positive Dunia malam
- Dampak Negatif dari pergaulan dunia malam
1. Membuat seseorang masuk kedalam gaya Hedonisme
2. Menjerumuskan
seseorang untuk berbuat dosa
3. Dugem hanya
menghambur-hamburkan uang orang tua kita
4. Dugem bisa
mencoreng nama baik keluarga
5. Dugem merusak masa depan Anak
Muda
6. Dugem membuat
penyimpangan norma-norma masyarakat
- Dampak Positif dari pergaulan dunia malam
1. Referensi pengamatan
social2. Menambah teman dan jaringan
3. Sebagai sumber penghasilan
4. Menghilangkan stress
Dampak Dunia Malam
Orang yang sudah terlanjur dengan kehidupan dampak dunia
malam seakan hidup ini sudah terbalik, siang jadi malam dan malam jadi siang.
Sungguh ironi memang, tapi itu merupakan jalan satu-satunya bagi mereka yang
sudah masuk dalam kehidupan dunia malam. Tak jarang kebanyakan dunia malam
membawa dampak negatif pula, penggunaan minum-minuman keras, penggunaan narkoba
dan obat-obatan terlarang lainnya.
Jadi harus
bener-bener mempunyai tameng yang kuat apabila kita bergelut di dunia malam
agar terhindar dari pengaruh-pengaruh yang menjurus kearah negatif, contohnya
saja artis / seleb kita bila suka akan kehidupan dunia malam juga banyak
sebagai korban pengguna. Kehidupan artis yang bergelimang harta memang semakin
menjadi pendorong kuat agar terjerumus ke arah itu, tak jarang juga artis yang
sudah masuk ke jeruji besi akibat itu.
Jadi
kesimpulannya, janganlah terlalu mudah terpengaruh bujukan-bujukan orang untuk
penggunaan obat-obatan maupun minuman keras, karena biasanya pertama hanya
mencoba-coba tapi akhirnya bisa menjadi pecandu kelas berat.
Upaya dan Tindakan Mengatasi Pengaruh Negative Dunia Malam
Meskipun
dunia malam tidak seutuhnya hanya berdampak positif tapi dalam kenyataannya
banyak sekali penikmatnya yang terjerumus ke hal negative. Untuk itu diperlukan
upaya dan tindakan untuk mengatasi masalah tersebut. Tidak hanya anak muda itu
sendiri, Peran orang tua dan masyarakat juga ikut andil dalam masalah ini. Maka hal ini dapat dilakukan dengan :
1. Peran orang tua
1. Peran orang tua
Pertama,
harus ada kemauan dari orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga
tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif dan nyaman. Kondisi yang tidak
harmonis di keluarga akan menyebabkan anak mencari tempat hiburan malam untuk
menghilangkan kegalauan hatinya. Orangtua sebaiknya memiliki kesantunan
perkataan dan perbuatan. Santun dalam perkataan adalah senantiasa mengucapkan
hal-hal yang baik saja, lembut, merendahkan suaranya. Sedangkan santun dalam
perbuatan seperti suka menolong orang lain dan memberikan contoh yang baik.
Kedua, perhatian serta tanggung jawab sebagai orangtua mutlak diperlukan.
Orangtua harus tau apa saja yang dilakukan anaknya di luar dan bagaimana cara
mengatasi persoalan anaknya yang notabene sudah bukan anak-anak lagi.
2. Peran masyarakat
2. Peran masyarakat
Lingkungan
masyarakat juga mempengaruhi perkembangan social remaja. Untuk itu lingkungan
masyarakat yang kondusif sangat dibutuhkan untuk mengendalikan maraknya
kriminalitas dan hal-hal menyimpang yang dilakukan remaja. Keberadaan karang
taruna di rasa tepat untuk mengkoordinir remaja dalam berorganisasi dan
melakukan hal yang positif.
3. Peran pemerintah
3. Peran pemerintah
Pemerintah
merupakan tonggak penerapan kebijakan. Kenapa para remaja dengan mudahnya
keluar masuk diskotik, club, tempat karaoke, dan sejenisnya, sepertinya perlu
dipikirkan ulang. Pembatasan umur untuk masuk tempat hiburan dan kurang
ketatnya peraturan di tempat hiburan tersebut membuat remaja gampang berlalu
lalang. Razia aparat kepolisian pun serasa tidak pernah membuat mereka kapok.
Ada baiknya pemerintah mengkaji ulang akan masalah ini, agar anak muda generasi
bangsa bisa menjadi penerus bangsa yang berkompeten.
4. Peran anak muda itu sendiri
4. Peran anak muda itu sendiri
Anak muda adalah kunci utama dari semua dampak yang
ada. Semua berasal dari diri sendiri. Apabila mereka mampu mengendalikan diri
untuk tidak terjerumus ke hal negative mereka tak akan kehilangan masa depan
cerahnya